IJSTR

International Journal of Scientific & Technology Research

IJSTR@Facebook IJSTR@Twitter IJSTR@Linkedin
Home About Us Scope Editorial Board Blog/Latest News Contact Us
CALL FOR PAPERS
AUTHORS
DOWNLOADS
CONTACT
QR CODE
IJSTR-QR Code

IJSTR >> Volume 8 - Issue 3, March 2019 Edition



International Journal of Scientific & Technology Research  
International Journal of Scientific & Technology Research

Website: http://www.ijstr.org

ISSN 2277-8616



Mapping Of Regional Inequality In East Java Province

[Full Text]

 

AUTHOR(S)

Duwi Yunitasari, Jejeet Zakaria Firmansayah

 

KEYWORDS

economic growth, income inequality, Klassen typology, regional coordination, East Java.

 

ABSTRACT

The research objective was to map the inequality between regions in 5 (five) Regional Coordination Areas (Bakorwil) of East Java Province. The research data uses secondary data obtained from the Central Bureau of Statistics and related institutions in each region of the Regional Office in East Java Province. The analysis used in this study is the Klassen Typology using time series data for 2010-2016. The results of the analysis show that: a. based on Typology Klassen Bakorwil I from ten districts / cities there are eight districts / cities that are in relatively disadvantaged areas; b. based on the typology of Klassen Bakorwil II from eight districts / cities there are four districts / cities that are in relatively disadvantaged areas; c. based on the typology of Klassen Bakorwil III from nine districts / cities there are three districts / cities that are in relatively lagging regions; d. based on the Typology of Klassen Bakorwil IV from 4 districts / cities there are three districts / cities that are in relatively lagging regions; and e. based on the Typology of Klassen Bakorwil V from seven districts / cities there are five districts / cities that are in relatively disadvantaged areas.

 

REFERENCES

[1]. Ahadismal M, Muslim Salam, & I Made Bnyamin, (2012). Disparitas Pembangunan Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. https://www.google.co.id/search?q=jurnal+ disparitas&oq=jurnal+disparitas&aqs=chrome..69i57j69i60l2j0l3.8000j1j7 &sourceid=chrome&ie=UTF-8

[2]. Arsyad, Lincolin, (1999). Pengantar Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi Daerah, BPFE, Jogjakarta.

[3]. ….......... (2010). Ekonomi Pembangunan, Edisi 5. Yogyakarta: UPP STIM YKPN Yogyakarta.

[4]. Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur, 2017, Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) beberapa terbitan, BPS Jawa Timur

[5]. Badan Pusat Statistik Nasional, (2017), Pendapatan Domestik Regional Bruto(PDRB)perkapita beberapa terbitan, BPS Indonesia.

[6]. Badan Pusat Statistik Nasional, (2017), Jumlah penduduk Provinsi Jawa Timur. Beberapa terbitan, BPS Indonesia.

[7]. Badan Pusat Statistik Nasional, (2017), Laju Pertumbuhan Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur beberapa terbitan, BPS Indonesia.

[8]. Badan Pusat Statistik Nasional, (2017), Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Jawa Timur beberapa terbitan, BPS Indonesia.

[9]. Badan Pusat Statistik Nasional, (2017), Fasilitas Pendidikan dan Kesahatan beberapa terbitan, BPS Indonesia.

[10]. Bappeda Gresik, (2013). Pertumbuhan ekonomi (http://bappeda.jatimprov.go.id/bappeda/wpcontent/ uploads/potensi - kab- kota-2013/kab-gresik-2013.pdf).

[11]. Bappeda, Lamongan. (2013). Pertumbuhan Ekonomi. (http://bappeda.jatimprov.go.id/bappeda/wpcontent/uploads/pote nsi- kab-kota-2013/kab-lamongan-2013.pdf).

[12]. BI Jember (2017). Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Jember Paling Lambat di Bakorwil V.

[13]. (http://beritajatim.com/politik_pemerintahan/292631/pertumbuhan_ekonomi_jember_paling_lambat_di_eks_karesidenan_besuki.html).
[14]. BPS Kota Mojokerto,. (2010). Produk Domestik Regional Bruto ADHK 1993.

[15]. BPS Jawa Timur, (2017). Jumlah Perusahaan Industri Besar dan Sedang di Jawa Timur menurut Kabupaten/Kota.

[16]. Bps kota Kediri (2017), Pdrb Kota Kediri Atas Dasar Harga Konstan Menurut Lapangan Usaha Tahun 2010 - 2016 (Juta Rupiah). BPS Jawa Timur. 2014. Jumlah Luas Lahan Sawah Irigasi, 2013.

[17]. Dwi, Ichwan, (2010). Kendala pengembangan wilayah kota Kediri. (http://one- geo.blogspot.co.id/2010/01/kendala-pengembangan-wilayah- kota- kediri.html)

[18]. Gustap. Roy, (2013). Potensi Pariwisata Kota Blitar Sebagai Sektor Utamapengembangan Perekonomian Daerah. Artikel ilmiah 2013

[19]. Haris, abdul, (2010). Pengaruh Penatagunaan Tanah Terhadap Keberhasilan Pembangunan Infrastruktur Dan Ekonomi. Artikel ilmiah.

[20]. Ibrohim. Ali, (2011). Potensi Bojonegoro. (https://www.kompasiana.com/ ibrohiman/potensi-bojonegoro_551af993a333118c23b65b2c).

[21]. Iswanto, Denny. (2015). Ketimpangan Pendapatan Antar Kabupaten/Kota Dan Pertumbuhan Ekonomi Di Provinsi Jawa Timur. Jurnal . Signifikan Vol.4 No. 1 April 2015.

[22]. Januar, A. (2016). Masalah-Masalah pembangunan di Kabupaten Blitar.artiikel ilmiah.

[23]. Jhingan, M.L. (2003). Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Penerjemah: D.Guritno. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

[24]. ………….(2008). Ekonomi Pembangunan dan Perencanaa Penerjemah: D.Guritno. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

[25]. Jiwandono , B (2017), Pertumbuhan Kota (Studi Kasus Interaksi Kepentingan Antara Pengusaha Dengan Pemerintah Dalam Pembangunan). Jurnal Politik Muda, Vol.6, No.1, Januari – Maret 2017, 16 - 26.

[26]. Kuncoro,M., (2004).Otonomi dan Pembangunan Daerah : Reformasi, Perencanaan, Strategi, dan Peluang. Yakarta : Erlangga.

[27]. Noer.c.h. (2014), Pemberdayaan Potensi Produk Unggulan Daerah. (http://simtaru.madiunkota.go.id/potensi_detail.php?&potensiid= 11). Artikel.

[28]. Nurul Hidayat, .(2015). Potensi dan masalah di Kabupaten Sumenep.

[29]. Pamungkas.P.R, (2015). Pemanfaatan potensi Banyuwangi. (https:// www.kompasiana.com/artikelkependudukan/pemanfaatan-potensi- banyuwangi-sudah-optimal-kah_565dcff9f47e612a36b44b8a).

[30]. Potensi kota Malang, diakses 18 mei 2018. (https://sda.malangkota.go.id/). Sjafrizal, (1997). Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi. Padang: Baduose Media.

[31]. ….........., (2008). Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi. Padang: Baduose Media.

[32]. Sudarlan.2015. “Pertumbuhan Ekonomi, Ketimpangan Dan Kemiskinan Di Indonesia”. Jurnal Eksis Vol.11 No.1, April 2015: 3036 –3213.

[33]. Sugiyono. 2003. Metode Penelitian Bisnis. Bandung. Pusat Bahasa Depdiknas.

[34]. Sukirno, Sadono. (2006). Ekonomi Pembangunan, Proses Masalah dan Dasar Kebijakan. Jakarta : Kencana..

[35]. Sutarno, (2002). “Pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan PDRB Per kapita Antar Kecamatan di Kabupaten Banyumas 1993- 2000”. Tesis S-2. Program Pasca sarjana UGM, Yogyakarta, tidak dipublikasikan.

[36]. Tambunan T., (2001). “Perekonomian Indonesia: Beberapa Masalah Penting”.Jakarta : Ghalia Indonesia.Erlangga .

[37]. Todaro, Michael P., dan Stephen C. Smith. (2000). Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga, Edisi kedelapan. Jakarta: Erlangga.

[38]. ….................... (2004). Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga, edisi kedelapan. Jakarta: Erlangga.

[39]. Widya, (2016). Analisis Tipologi, Struktur Dan Aksesibilitas Wilayah Di Kabupaten Jember. Artikel Ilmiah Mahasiswa 2016.

[40]. Williamson. (1965). Ketimpangan Pembangunan Antar Wilayah. Economic Regional.