IJSTR

International Journal of Scientific & Technology Research

Home About Us Scope Editorial Board Blog/Latest News Contact Us
0.2
2019CiteScore
 
10th percentile
Powered by  Scopus
Scopus coverage:
Nov 2018 to May 2020

CALL FOR PAPERS
AUTHORS
DOWNLOADS
CONTACT

IJSTR >> Volume 9 - Issue 1, January 2020 Edition



International Journal of Scientific & Technology Research  
International Journal of Scientific & Technology Research

Website: http://www.ijstr.org

ISSN 2277-8616



Disassemble Absolutism Ratio Praxis Monologue Public Prosecutors In Preparing Alternative Charges

[Full Text]

 

AUTHOR(S)

Rocky Marbun, Mahmud Mulyadi

 

KEYWORDS

Public Prosecutors, Alternative Indictments, Human Rights, Monologues.

 

ABSTRACT

The monologal praxis ratio is a procedural action that closes the door of dialogue, so that the truth is presumed as something that is absolutely true from the side of the institution of the Public Prosecutor. The nature of the absoluteness comes up to the public prosecutor's field of uncertainty as a matter of fairness and truth. Alternative indictments are compiled and constructed based on a pattern of reasoning which is called by internal doubt of the Public Prosecutor, both personally and institutionally. Thus, the meaning of the complete case file statement originating from the investigation process becomes meaningless.

 

REFERENCES

[1] Achmad Ali, Menguak Tabir Hukum, Jakarta: Gunung Agung, 2015.
[2] Andi Hamzah, Hukum Acara Pidana Indonesia, Jakarta: Sinar Grafika, 2004.
[3] Bagir Manan & Kuntana Magnar, Beberapa Masalah Hukum Tata Negara Indonesia, Bandung: Alumni, 1997.
[4] Bagir Manan, Wewenang Provinsi, Kabupaten, dan Kota dalam Rangka Otonomi Daerah, Bandung: Fakultas Hukum Unpad, 2000.
[5] Barda Nawawi Arief, Beberapa Aspek Kebijakan Penegakan dan Pengembangan Hukum Pidana, Bandung: Citra Aditya Bakti, 1998.
[6] E. Utrecht dan Moh. Saleh Djindang, Pengantar Dalam Hukum Indonesia, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1989.
[7] F. Budi Hardiman, Kritik Ideologi. Menyingkap Pertautan Pengetahuan dan Kepentingan Bersama Jürgen Habermas, Yogyakarta: Kanisius, 2009, hlm. 91.
[8] F. Budi Hardiman, Demokrasi Deliberatif. Menimbang Negara Hukum dan Ruang Publik dalam Teori Diskursus Jürgen Habermas, Yogyakarta: Kanisius, 2013, hlm. 26.
[9] Hotma P. Sibuea, Asas Negara Hukum, Peraturan Kebijakan dan Asas- asas Umum Pemerintahan Yang Baik, Jakarta: Airlangga, 2010.
[10] Jimly Asshiddiqie, Perihal Undang-Undang, Jakarta: Sekretaiat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi, 2006.
[11] Jimly Asshiddiqie, Pokok-Pokok Hukum Tata Negara Indonesia Pasca Reformasi, Jakarta: Bhuana Ilmu Populer, 2008.
[12] Komariah Emong Sapardjaja, Ajaran Sifat Melawan Hukum Materiel Dalam Hukum Pidana Indonesia, Bandung: Alumni, 2002.
[13] M. Yahya Harahap, Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP. Penyidikan dan Penuntutan, Jakarta: Sinar Grafika, 2004.
[14] Moeljatno, Asas-asas Hukum Pidana, Jakarta: Rineka Cipta, 2002.
[15] Moh Koesnardi dan Harmaily Ibrahim, Pengantar Hukum Tata Negara, Pusat Studi HTN FH-UI, Jakarta, 1988.
[16] Moh. Koesnardi dan Bintan R. Saragih, Ilmu Negara, Jakarta, Gaya Media Pratama, 1988.
[17] Moh. Mahfud MD, Demokrasi dan Konstitusi di Indonesia, Yogyakarta: Liberty, 1993.
[18] Padmo Wahyono, Indonesia Negara Berdasarkan Atas Hukum, Jakarta: Ghalia Indonesia, 1986.
[19] Padmo Wahyono, Membudayakan Undang-Undang Dasar 1945, Jakarta: Ind-HILL.co, 1991.
[20] Paul Scholten, Struktur Ilmu Hukum, [Bernard Arief Sidharta-Pent.], Bandung: Alumni, 2011.
[21] Paulus Efendie Lotulung, Himpunan Makalah Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik, Bandung: Citra Aditya Bakti, 1994.
[22] Ridwan HR, Hukum Administrasi Negara, Jakarta: RajaGrafindo Persadam 2014.
[23] Ridwan, Diskresi & Tanggung Jawab Pemerintah, Yogyakarta: FH UII Press, 2014.
[24] Sardjijono, Memahami Beberapa Bab Pokok Hukum Administrasi, Yogyakarta: LaksBang Pressindo, 2007.
[25] Satjipto Rahardjo, Ilmu Hukum, Bandung: Citra Aditya Bakti, 2014
[26] Ajat Sudrajat, Jürgen Habermas: Teori Kritis Dengan Paradigma Komunikasi, artikel lepas (unpublished), 2014.
[27] Chandra Purnama, et.al., Analisis Hukum Penggabungan Perkara Korupsi dan Money Laundering Dalam Sistem Peradilan di Indonesia, USU Law Journal, Vol. 4, No. 1, Januari 2016.
[28] HM. Laica Marzuki, Pemberlakuan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan dalam Konteks Perkembangan Kompetensi Peradilan Tata Usaha Negara RI, Makalah disampaikan pada acara Hari Ulang Tahun Peradilan Tata Usaha Negara Tahun 2017, di Jakarta, pada tanggal 26 Januari 2017.
[29] Mahfud MD, Mafia Hukum Itu Ada, Sumber: https://profmahfud.wordpress.com/2017/01/30/mafia-hukum-itu-ada/, diakses pada tanggal 10 Maret 2018.
[30] Radito Gora, Demokrasi Liberatif Politik Pekerja Pers (Komunikasi Ruang Publik Pekerja Media Massa di Kedai Kopi Perjoeangan Jakarta), Jurnal Oratio Directa, Vol. 2, No. 1, 2019, hlm. 7.
[31] Law Number 2 of 2002 concerning the National Police of the Republic of Indonesia
[32] Law Number 16 of 2004 concerning the Prosecutor's Office of the Republic of Indonesia.
[33] Circular of the Attorney General of the Republic of Indonesia Number: SE-004 / J.A / 11/1993 concerning the Making of Indictments.
[34] Decision of the Constitutional Court of the Republic of Indonesia Number 021 / PUU -XII / 2014
[35] Intermediate Decision of the Tanjungpandan District Court Number 119 / Pid.Sus / 2017 / PN.TDN