IJSTR

International Journal of Scientific & Technology Research

Home About Us Scope Editorial Board Blog/Latest News Contact Us
0.2
2019CiteScore
 
10th percentile
Powered by  Scopus
Scopus coverage:
Nov 2018 to May 2020

CALL FOR PAPERS
AUTHORS
DOWNLOADS
CONTACT

IJSTR >> Volume 9 - Issue 3, March 2020 Edition



International Journal of Scientific & Technology Research  
International Journal of Scientific & Technology Research

Website: http://www.ijstr.org

ISSN 2277-8616



Protection For Informal Sector Workers Towards Employment Systems That Is Justice

[Full Text]

 

AUTHOR(S)

Wandi

 

KEYWORDS

Legal Protection, Workers, outsourching, sosio normatif.

 

ABSTRACT

All countries recognize the principle of Equality before the Law as the rule of law principle used by the Anglo Saxon State which includes the Supremacy of Law and the Constitution Based on Human Rights, so based on that the enforcement of Eguality Before The Law must be binding anyone whether male, female, ordinary people, wealthy people, law enforcement officials or even officials. This principle includes freedom to participate in political life, freedom of speech (including freedom of religion), freedom to be yourself, freedom from arbitrary detention and arrest and the right to retain private property (2) The Difference Principle, which the point is: social and economic difference must be regulated so that it provides the greatest benefits for those who are least disadvantaged; (3) The principle of equal equality of opportunity (The Principle of Fair Equality of Opportunity), the point of which is: socio-economic inequality must be regulated in such a way so as to open positions and social position for all people under conditions of equal opportunity.

 

REFERENCES

[1]. Asikin, Zainal, Dasar-dasar Hukum Ketenagakerjaan. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1993.
[2]. Asri Wijayanti, “Perlindungan Hukum bagi Buruh yang di PHK di Perusahaan Swasta”, Prespektif Hukum, Jurnal Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Hang Tuah, vol.2 no. 2., 2002.
[3]. Baqir Sharief Qorashi, Keringat Buruh, Hak dan Peran Pekerja Dalam Islam, Penerjemah: Ali Yahya, Penerbit Al-Huda., 2007
[4]. Beverly R. Dixon. A Handbook Social Science Research, Oxford:Oxford University Press., 1987
[5]. Catherine Marshall and Gretchen R. Rossman., Designing Qualitative Research. London.. 1994
[6]. Damanik, Sehat. Hukum Acara Ketenagakerjaan, Menyelesaikan Perselisihan Hubungan Industrial Menurut Undang-Undang No. 2 Tahun 2004, Disertai Contoh Kasus. Cet. 1. Jakarta: DSS Publishing., 2004.
[7]. Djumialdi, Perjanjian Kerja. Jakarta: Bina Aksara. 1987
[8]. Duanne R. Monette Thomas dan J. Sullivan Cornell R. Dejoms. Applied Social Research, Chicago San Fransisco:Halt Reinhart and Wiston Inc. 1989.
[9]. Fuady, Munir, Pengantar Hukum Bisnis Menata Bisnis Modern di Era Global. Bandung: Citra Aditya Bakti . 2002.
[10]. Goenawan Oetomo, R,. Pengantar Hukum Ketenagakerjaan dan Hukum Ketenagakerjaan di Indonesia. Jakarta: Grhandhika Binangkit Press.. 2002
[11]. George Ritzer dan Douglas J. Goodman, Teori Sosiologi, Dari Teori Sosiologi Klasik Sampai Perkembaangan Mutakhir Teori Sosial Postmodern, Penerjemah: Nurhadi, Cetakan Kedua. 2009,
[12]. Hakim, Abdul, Hukum Ketenagakerjaan Indonesia Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2003,
[13]. Halim, A Ridwan dan Gultom, Sri Subiandini, , Sari Hukum Ketenagakerjaan Aktual, Jakarta:Pradnya Paramita. 1987
[14]. Hartono Widodo dan Judiantoro, , Segi Hukum Penyelesaian Perselisihan Ketenagakerjaan, Jakarta: Rajawali Pers. 1992
[15]. H. Manullang, Sandjun, Pokok-Pokok Hukum Ketenagakerjaan Indonesia, Jakarta: Rineka Cipta. 1995,
[16]. Jhon M. Echols dan Hassan Shadily,Kamus Indonesia-Inggris, Gramedia Jakarta. 1985
[17]. Kartasapoetra, G, Hukum Ketenagakerjaan di Indonesia Berdasarkan Pancasila, Jakarta:Sinar Grafindo. 1992,
[18]. -------, , Hukum Ketenagakerjaan Pancasila Bidang Pelaksanaan Hubungan Kerja, Bandung:Armico. 1983
[19]. Kartasapoetra, G, dan Widianingsih, G, Rience, Pokok-pokok Hukum Ketenagakerjaan, Bandung:Armico. 1982
[20]. M. Solly Lubis, Filsafat Hukum dan Penelitian Hukum, Bandung Mandar Maju. 1994,
[21]. Nurima, Ramadi Renal, “Tata Cara Penyelesaian Perselisihan Ketenagakerjaan Dalam Pengadilan Hubungan Industrial Menurut Undang-Undang No. 2 Tahun 2004 Tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.” Skripsi Universitas Indonesia. 2006,
[22]. Oetomo, R. Goenawan, Pengantar Hukum Ketenagakerjaan dan Hukum Ketenagakerjaan di Indonesia. Jakarta: Grhandika Binangkit Press. 2004,
[23]. Philipus M Hadjon, “ Perlindungan hukum dalam negara hukum Pancasila, makalah disampaikan pada symposium tentang politik, hak asasi dan pembangunan hukum dalam rangka Dies Natalis XV/ Lustrum VIII, Universitas Airlangga. 1994,
[24]. Shamad, Yunus, Hubungan Industrial di Indonesia. Jakarta:Bina Sumberdaya Manusia. 1995,
[25]. Supriyanto, Hari, Perubahan Hukum Privat ke Hukum Publik, Studi Hukum Ketenagakerjaan di Indonesia, Yogyakarta :Penerbit: Universitas Atma Jaya. 2004,
[26]. Syafa’at, Rachmad, Gerakan Buruh Dan Pemenuhan Hak Dasarnya, Strategi Buruh Dalam Melakukan Advokasi. Malang: Penerbit: In-TRANS Publising. 2008,
[27]. Soepomo,Imam, Pengantar Hukum Ketenagakerjaan. Jakarta:Djambatan. 1999,
[28]. Sutantio Retnowulan; Iskandar Oerip Kartawinata, Hukum Acara Perdata dalam Teori dan Praktek. Bandung: Mandar Maju. 1989,
[29]. Sukarno, Pembaharuan Gerakan Buruh di Indonesia dan Hubungan Ketenagakerjaan Pancasila, Bandung. 1982,
[30]. Syahrani, Riduan, Seluk-beluk dan Asas-asas Hukum Perdata. Bandung: Alumni. 2000,
[31]. Toha, Halili, dan Pramono, Hari, Hubungan Kerja Antara Majikan dan Buruh, Jakarta:PT. Bina Aksara. 1987
[32]. Triyanto,Djoko, Hubungan Kerja di Perusahaan Jasa Konstruksi, Bandung:Mandar Maju. 2004,
[33]. Valerie J. Gilchrist, “Key Informan Interviews”, dalam Bejamin F. Crabtree dan William L. Miller, Doing Qualitative Research, London:Sage Publications. 1992,
[34]. W. Friedman, , Legal Theory, New York:Columbia University Press. 1967
[35]. E.E. Reber, R.L. Michell, and C.J. Carter, “Oxygen Absorption in the Earth’s Atmosphere,” Technical Report TR-0200 (420-46)-3, Aerospace Corp., Los Angeles, Calif., Nov. 1988. (Technical report with report number)
[36]. L. Hubert and P. Arabie, “Comparing Partitions,” J. Classification, vol. 2, no. 4, pp. 193-218, Apr. 1985.
[37]. R.J. Vidmar, “On the Use of Atmospheric Plasmas as Electromagnetic Reflectors,” IEEE Trans. Plasma Science, vol. 21, no. 3, pp. 876-880, available at http://www.halcyon.com/pub/journals/21ps03-vidmar, Aug. 1992. (URL for Transaction, journal, or magzine)
[38]. J.M.P. Martinez, R.B. Llavori, M.J.A. Cabo, and T.B. Pedersen, "Integrating Data Warehouses with Web Data: A Survey," IEEE Trans. Knowledge and Data Eng., preprint, 21 Dec. 2007, doi:10.1109/TKDE.2007.190746.(PrePrint)
[39]. Asri Wijayanti, Menuju Sistem Hukum Perburuhan yang Berkeadilan, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jurnal ARENA HUKUM Volume 6, Nomor 3, Desember 2012
[40]. Mufti Amri, Perlindungan Hak-Hak Pekerja Di Sektor Informal Menurut Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Industri Songkok Di Desa Bandung Kecamatan Kebumen), Skripsi, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. 2008,
[41]. Natabaya, Sistem Peraturan Perundang-Undangan Indonesia, Sekjen dan Kepaniteraan MK. RI. 2006
[42]. Satjipto Raharjo, Mengejar Keteraturan Menemukan Ketidakteraturan (Teaching Order Finding Disorder)¸Pidato mengakhiri masa jabatan sebagai guru besar tetap pada Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang, 15 Desember 2000.
[43]. Surya Perdana, Pelaksanaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), Tesis, Program Pascasarjana USU, Medan. 2001,
[44]. Tan Kamelo, “Perkembangan Lembaga Jaminan Fidusia, Suatu Kajian Terhadap Jaminan Pelaksanaan Jaminan Fidusia dalam Putusan Pengadilan Tinggi Sumatera Utara, Medan: Disertasi Program Pascasarjana USU. 2002,
[45]. Uwiyono, Aloysius. “Refleksi Masalah Hukum Ketenagakerjaan tahun 2005 dan Tren Hukum Ketenagakerjaan tahun 2006.” . 21 Juni 2007.
[46]. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
[47]. Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.
[48]. Undang-Undang No. 2 Tahun 2004 Tentang Penyelesaian Hubungan Industrial.
[49]. Undang-Undang No. 21 Tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh.